Kamis, 02 Juli 2009

Pengaruh Ekonomi Regional thd Pendapatan Asli daerah

Pengaruh Makro Ekonomi Regional Terhadap

Pendapatan Asli Daerah Provinsi Lampung

oleh:

H. Fredy SM

Dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, setiap daerah diharapkan mampu mandiri dalam hal pembiayaan pembangunan daerah. Untuk itu daerah diwajibkan menggali sumber-sumber keuangan daerah terutama yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah. Upaya penggalian PAD terutama pajak daerah mempunyai hubungan dan dipengaruhi oleh kinerja ekonomi yang refleksinya berupa indikator ekonomi, salah satunya adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Indikator Makro Ekonomi Regional yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Lampung. Variabel penelitian adalah PAD; Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaran Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah dan Pajak Air Permukaan sebagai variabel Dependen; PDRB total atas Harga Konstan; PDRB sektor Transportasi dan PDRB sektor Penggalian sebagai variabel Independen penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian dengan alat analisis regresi pada tingkat kepercayaan/alpha sebesar 5% dapat disimpulkan: Pertama, Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh signifikan terhadap Penerimaan PAD di Provinsi Lampung sebesar 7,456% serta bersifat elastis dengan kemampuan model menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 98,4%. Kedua, Kepekaan total Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor terhadap perubahan nilai Produk Domestik Regional Bruto Sektor Transportasi adalah elastis dengan nilai elastisitas sebesar 5,407 dan kemampuan model menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 96,4%. Ketiga, Derajat kepekaan total Pajak Air Bawah Tanah dan Pajak Air Permukaan terhadap perubahan nilai Produk Domestik Regional Bruto Sektor Penggalian adalah elastis dengan nilai elastisitas sebesar 31,44 dan kemampuan model menjelaskan pengaruh varibel bebas terhadap variabel terikat sebesar 75,5%.

Dari hasil analisis deskriptif juga diketahui bahwa pertumbuhan APBD terus meningkat namun pola pertumbuhannya sangat berfluktuatif dengan kenaikan rata-rata APBD setiap tahunnya 26%. Pertumbuhan PAD pada periode waktu yang sama juga menunjukan trend yang meningkat dari tahun ke tahun, dengan kenaikan rata-rata sebesar 34,78%. Rata-rata Kontribusi PAD terhadap APBD Provinsi Lampung selama periode penelitian sebesar 42,34%. Trend pertumbuhan APBD cenderung berfluktuatif dan share PAD terhadap APBD walaupun terus meningkat namun masih mengindikasikan ketergantungan APBD terhadap dana perimbangan dari pemerintah pusat.


Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id